daily journal #2 : Berkhayal untuk resolusiku 2021

Tidak banyak, tapi gue tau ini sulit. Ya, karena gue harus mempersiapkan mulai dari 0 semenjak apa yang gue inginkan benar – benar gue tau. Ya, semenjak 1 tahun lalu, di umur gue 20 tahun. Yang sebelum – sebelum itu gue hanya sekedar ingin, tanpa ada usaha. Tapi semakin ngiler lihat influencer yang kuliah di luar negeri dengan konten – konten youtube-nya yang menarik.

Ya, Cuma sederhana, crispy, tapi kaya hal bo’ongan untuk orang macam gue. Tapi gue yakin gue bisa.

Sebenarnya beberapa tahun lalu gue masih belum benar – benar berusaha, tapi udah ada gambaran. Ya, gitu gue gak bisa berusaha langsung karena gue masih punya tanggungan menyelesaikan sekolah sarjana gue di Indonesia.

Tapi semenjak tahun kemarin, gue sudah suka bahasa inggris, dan udah mulai belajar listening, grammar, and anything about learn foreign language. Katanya sih kalau ingin mahir sesuatu, cintai juga apa yang lo inginkan, biar enggak terasa berat di prosesnya. Bayangkan yang indah – indah suatu saat ketika lo bisa melakukannya. Ya, jadi gue bener – bener suka bahasa inggris sekarang. lebih terutama suka chat sama orang luar negri. Seru aja gitu.

Rencana gue sih maret 2021 gue udah sidang, dan dengan waktu yang bersamaan level inggris listening gue bisa naik ke level paling atas. Penting sih mendengarkan, kalo speaking sih itu mudah menurut gue. Setelah itu gue kerja, sembari mempersiapkan untuk apply beasiswa turkey or swedish. Dan mempersiapkan belajar german. Duit dari mana gue, kalau gue enggak kerja.

Hal yang selalu gue tanam dalam pikiran gue adalah hal – hal baik ketika gue sudah dapat meraih keinginan gue suatu saat. Ya, gue emang suka berkhayal. Terutama berkhayal tentang bagaimana kehidupan gue ketika bisa meraih mimpi – mimpi gue, bahkan hampir detail. Berkhayal itu enggak dosa, dalam konteks hal yang wajar. Bahkan berkhayal dalam konteks yang tidak wajar, gak ada yang ngelarang lo, selagi enggak menganggu orang, yakan? Sekarang kan emang agak condong seperti itu, people of indonesia. Ya meski bukan mostly people of indonesia. Tapi mindset mereka perlahan berubah, yang penting enggak menganggu , bukan urusan lo kan?

Dengan berkhayal itu, otak gue akan terus bekerja dan keinginan gue itu semakin tubuh berakar kuat. Jadi deh gue lebih giat untuk berusaha dan berdo’a supaya gue bisa meraih impian gue. Soal mimpi gue ini hal yang gue sayangi, gue rawat seperti anak sendiri. Gue pelihara impian ini sebaik mungkin dengan berusaha dan berdo’a agar gue tetap tau tujuan hidup gue dan enggak putus asa di tengah jalan. Tentu saja tujuan hidup lo, ya milik lo. buat apa lo hidup jika bukan untuk memenuhi tujuan? Baik itu tujuan lo yang bermanfaat untuk orang lain, tidak bermanfaat untuk orang lain, memperkaya diri lo sendiri, yang namanya tujuan pasti ada disetiap hidup manusia.

Pada dasarnya sih gue orangnya tanpa pikir panjang untuk melakukan apapun. Bahkan gue rela jadi Aupair dulu, untuk melanjutkan kuliah di German. Mungkin jika gue emang berhenti di tengah jalan, masih ada seribu cara untuk meraih impian gue. Ya, meksi gue tau takdir tuhan enggak selalu sama dengan apa yang gue inginkan.

Tapi tuhan akan luluh kok dengan do’a – do’a lo yang selalu lo panjatkan.

Tapi juga, tuhan juga punya rencana yang akan membuat lo tersenyum juga selain tentang impian lo.

Satu hal lagi yang gue suka tentang impian, gue pasti akan nulis di kertas note kecil yang akan gue tempel di dinding kamar gue. Impian gue atau resolusi gue tidak hanya satu. Jadi kertas note kecil itu banyak dan berwarna – warni. Bagusnya itu sangat aesthetic dan lucu terpasang di dinding kamar gue, dan gue suka melihatnya. menatapnya dengan penuh ambisi untuk meraihnya.


0 komentar