My Peotri #3

Setiap warna yang kau lukiskan, selalu tak berbekas.
Setiap perhatian yang kau berikan, tidak mujarab.
Setiap kau menyuguhkan penawar, tak tersentuh.
Aku seperti mayat hidup, yang bernafas dalam diam. Yang berharap dengan kemustahilan.
Karena bukan kamu yang ku damba.

Tapi dia..
Dia yang membuatku haus akan perhatian, akan tawa dan senyumnya.
Dia yang membuatku harus memeluk rindu yang menyakitkan ini, rindu yang tak tertahankan.
Dan dia yang membuatku berharap dengan kemustahilan ini.
Kau yang disini, maafkan aku.
Aku tidak bisa mengubah ini,
Karena aku selalu menyebut namanya dalam doaku,
meski aku tau dia tidak pernah berkonspirasi dengan takdir, untuk menitipkan namaku agar dijaganya.

0 komentar