Hai…
Disini gue tertarik banget sama yang namanya konflik/cobaan/masalah yang
terjadi sama diri gue ataupun sama kalian – kalian sebagai manusia ciptaan
tuhan yang terjadi di atas bumi di bawah langit. Tentu saja konflik tak akan pernah
habis menerjang segala macam manusia, tanpa mengenal lo, gue ini siapa. Lo
tukang becak lah, pejabat koruptor lah, bahkan pejabat bersih yang gak korupsi.
Eh, iya orang yang sok naif aja punya konflik. Punya haters contohnya. Namanya juga manusia, setiap perbuatannya pasti
akan menimbulkan konflik – konflik, tanpa di sadari. Mulai low, sampai high.
Konflik
itu apa sih? Menurut gue, konflik itu semacam sesuatu yang membuat lo harus
berpikir. Sesuatu yang membuat lo pusing 7 keliling. Sesuatu yang bisa
menyakiti diri lo. Sakit contohnya. Bahkan bisa jadi, sesuatu yang membuat lo
ingin mengakhiri hidup yang indah ini.
Ngomong
– ngomong soal hidup, hidup itu mudah. Kata oorang bijak sih gini bunyinya
‘Hidup itu mudah, manusianya aja yang repot.” Tapi ada juga pendapat orang lain
yang bilang bahwa ‘Hidup itu udah repot, jangan dibikin repot lagi.”
Jadi kesimpulan yang gue petik adalah hidup
itu tergantung orangnya yang menilai dan ngejalanin. Dipikiran lo hidup itu
susah, maka pikiran lo akan terus berpikir bahwa hidup itu susah. Jadi ubah
habit untuk berpikir baik. Bahwa hidup itu indah. Maka nikmati sebuah
kesempatan hidup milik lo. Maka semua yang lo jalanin akan terasa indah.
Kalo
berbicara tentang konflik, jujur ini topik yang sangat menyenangkan dan sangat
luas, seluas dunia alam semesta. Ih apaan sih. Dimana lo pastinya harus membuat
langkah bahkan lo bisa mengomentari konflik tersebut dengan persepektif lo. Ya
meski terkadang gue sendiri angkat tangan dengan konflik gue sendiri. Namun,
namanya juga kehidupan pastinya harus terus berjalan. Mau tak mau gue harus habisi.
Sebenarnya ada dua pilihan sih tentang konflik ini.
Yang pertama,
opsi untuk terus melanjutkan hidup dengan mengesampingkan konflik dalam hidup
lo. Lo gak peduli gitu sama konflik itu, sehinga semakin lama lo akan lupa,
bahwa ada masalah yang belum lo pecahkan. Yang bahkan bisa menghantui di setiap
detik hidup lo. Ya kaya cenayang gitu, deh. Ahahahah … Tapi ini nih yang
membahayakan. Suatu masalah yang lo lebih memilih mengabaikan, takutnya akan
semakin mendekat dan melebar, dan parahnya lo kepikiran dan kalut, kemudian stress..
Namun ada juga
konflik yang memang untuk dihindari. Lo biarkan aja masalah itu datang, nanti
juga pergi – pergi sendiri. Syukur sih kalo gini.
Yang kedua,
pilihan untuk menyelesaikan konflik tersebut. Ya pasti ada aja hal yang gak
enak. Tapi itulah hidup. Pilihan untuk melanjutkan hidup atau bahkan mengakhiri
hidup.
Lo yang lebih
memilih menyelesaikan masalah, lo orang hebat. Gue kasih jempol 5. Yang tiga
pinjem kaki. Tapi bukan berarti gue enggak respect sama lo yang menghindari
masalah. Gue tau memang enggak semudah itu. Semua orang punya kapabilitas
sendiri – sendiri dalam hidup. Namun ini juga bukan salah lo. Gue sama sekali
enggak nyalahin lo. Enggak sama sekali.
Gue tau setiap
pilihan yang lo buat, itu yang terbaik buat lo. Lo enggak sendirian, gue juga pernah ngalamin
apa yang lo alami. Menurut gue sekarang yang harus lo lakuin jangan dengerin
apapun dari orang. Stigma masyarakat jangan sampe membuat lo semakin depresi..
Fokus dengan diri lo sendiri. Karena apa? Karena kembali lagi dengan kata orang
bijak ‘Hidup itu udah susah, jangan dibuat susah lagi dengan mikirin stigma
masyarakat atau bacotan orang tentang lo.’
Tentang
yang gue juga pernah ngalami, bukan satu dua. Tapi banyak sekali, dan beragam
sekali bagaimana gue bertindak atas masalah tersebut. Gue pernah menghindar
dari masalah, bahkan sampai menyembunyikan sesuatu tanpa berani mengungkapkan
kesalahan. Ya meski gue dulu tau, bahwa masalah yang gue sembunyikan pasti akan
ketahuan juga.
Jadi kembali
lagi, kebijakan seseorang mengambil dan melihat sebuah masalah tersebut.
Tetep
semangat, apapun pilihan atas masalah lo, gue tau pasti pilihan itu sudah lo
pikirkan matang – matang, bahkan terbaik buat lo.
0 komentar