Yang kembali merindu… apapun yang berada di Jalan Malioboro. PART 2 YOGYAKARTA
Setelah menemukan sebagian lagi
kata – kata yang sempat bercerai berai. Aku kembali merangkai kata – kata itu,
menjadi kalimat yang padu. Yang sewaktu – waktu akan kembali membangun rindu
akan keramaian kala itu.
Yang kembali merindu… apapun yang
berada di Jalan Malioboro.
Kalau kalian tahu, tak hanya
malioboro yang memiliki predikat jalan menawan. Di Indonesia tentu saja ada ribuan
jalan yang sama menawan, bahkan bisa jadi lebih menawan, hanya saja setiap
jalan memiliki keistimewaan yang berbeda. Namun, menurut saya Jalan Malioboro,
hanya disini. Di satu tempat ini. Aku menemukan sebuah keselarasan. Dari paduan
berbagai kasta. Yang menciptakan harmoni indah, meski apa yang di cari tak
sama.
Meski malam
semakin gelap, namun malam ini sangat cerah, seolah mendukung setiap turis
lokal yang masih ingin berburu buah tangan. Trotoar jalan semakin padat. Kala
itu memang aku kembali memilih menunggu, daripada mengikuti setiap langkah teman
yang kembali menggebu. Pasti menguras banyak tenagaku. Iya, mereka menggebu. Kembali
membeli oleh – oleh untuk memenuhi hawa nafsu. Meski kini sudah berjejer rapi
di sebelahku. Tak papa, mumpung berada di kota tua. Semua keinginan lepaskan. Jika
memang ada uang, tak akan jadi masalah.
Aku kembali
menyatu dengan lingkungan, menikmati sekitar. Menyelami ribuan kata yang tak
terungkapkan oleh lisan , yang akan dipadukan dan diabadikan dalam tulisan.
Ngomong –
ngomong sate disebalah semakin menggiurkan. Mencium aromanya saja, bikin liur
keluar tak tertahan. Hehehehe…
Aku akan selalu mengingat
bagaimana semenyenangkannya bisa berada dalam jalan yang menawan ini. Aku tak kunjung
ingin kembali. Bahkan sempat menitikkan air mata, begitu langkah ini mulai
pergi. Rasanya semakin malam, kebahagiaan ini akan semakin menjadi paduan kata,
yang suatu saat bisa kuulang untuk menghadirkan kembali ingatan yang yang
dirindukan.
Tentu saja aku akan merindu. Setiap
kejadian terekam, menyenangkan. Apalagi cengiran dari teman yang masih belum
puas menghabiskan uang. Tak hanya itu, melihat kebahagiaan orang yang berlalu
lalang semakin menyenangkan. Semakin malam, aku melihat senyum pejuang
kehidupan juga semakin melebar. Dimana hari ini perjuangan mereka telah usai.
Apapun yang didapatkan berharap bisa menenangkan hati. Kini mereka waktunya
beristirahat, dan akan kembali merajut asa dikemudian hari. Dengan semangat
baru lagi, sampai impian keluarga bisa terlampaui.
Ingatkan, suatu saat ingin kukembali,
sekedar menikmati sebuah euforia yang memikat hati. Bahkan kini aku terlena, hingga
hati ingin menetap selamanya. Agar jika sewaktu – waktu aku merindu, tak hanya
membaca ulang tulisan ini untuk membangkitkan kenangan. Namun, dengan mudah
datang, tanpa merogoh kocek lebih dalam. Agar aku bisa kembali menikmati dan
bersyukur dengan kesempatan duduk di batu bulat di jalan yang terlalu menawan
untuk dinodai. Sekedar menyenangkan diri sendiri. Karena jangan lupa bahagia,
untuk kembali melangkah. Karena kita tak tau apa yang akan terjadi dihari
berikutnya. Maka sekali – kali menyenangkan diri sendiri, untuk sekedar
mensyukuri apa yang sudah digariskan semesta hari ini.
Meski belum mencoba semua hal yang
bisa aku lakukan, bagaimana semenyenangkan jika mencoba berbagai hal dalam segala
apa yang ada di jalan ini, aku patut bersyukur. Setidaknya, aku bisa bahagia
dengan hal sesederhana ini.
Kini waktunya kembali berbenah
diri, setelah menyenangkan diri sendiri. Mau tak mau, waktu kembali bergulir,
realita telah menunggu di tempat asal. Dengan sombongnya, enggan menjemput diri.
Jangan takut dengan realita, karena realita berjanji akan mengajarkan banyak hal.
Bagaimana sakit hati. Bagaimana
arti berjuang. Bagaimana arti kebahagiaan. Dan banyak lagi.
HEHEHEHe…. Terima kasih atas
semua yang ada.
Tak bermaksud menggurui. Hanya seorang yang mencintai bagaimana cara mengkonversikan dari rasa menjadi aksara.
0 komentar