Dedikasikan pada Hari perempuan Internasional


Tulisan ini aku dedikasikan untuk setiap perempuan di dunia, dalam rangka Internasional Women’s Day. Wabil khusus perempuan di Indonesia, karena yang bisa baca tulisan ini pasti orang indonesia . Hehehehe…


Satu kata untuk perempuan di muka bumi. Kalian sungguh luar biasa. Terima kasih, karena kalian, kami bisa hadir di sini. Berkat kalian, kami belajar banyak hal dari pertama kali hadir dalam dunia hingga akhir hayat.


Sebagai perempuan, kembali kepada dasar, statement atau apa namanya ‘menjadi manusia’ tentu saja perempuan juga mempunyai hak yang sama dengan laki - laki. Perempuan bukan saja harta, bukan hanya barang pajangan dalam kehidupan rumah tangga, kesana kemari dipamerkan, bukan hanya barang yang bisa diperebutkan kesana kemari. Perempuan harus lantang bersuara. Perempuan mempunyai hak, dan lisan yang perlu didengar.


Setiap perempuan berhak memilih. Bagaimana cara menjalani bahkan bagaimana memilih jalan hidup. Menjadi perempuan bukan hal yang mudah seperti apa yang dibicarakan laki – laki kebanyakan, yang katanya ‘enak jadi perempuan, hanya menunggu di rumah, semua kebutuhan sudah terpenuhi’. Karena semua sudah memiliki porsi masing – masing.


Jangan takut untuk dideskriminasi, jangan takut untuk bersuara lantang mempertahankan apa yang seharusnya menjadi hak kita. Karena sejatinya menjadi manusia adalah memberi ruang, menghormati setiap hak pada manusia.


Membicarakan soal gerakan feminist, pergerakan memperjuangkan hak perempuan. Feminist bukan dalam artian perempuan menginginkan kesetaraan dengan laki – laki. Namun, feminist itu pemberian hak – hak pada perempuan sesuai dengan kemampuan. Contohnya : Hak memilih, hak menjadi pemimpin, hak mendapatkan pendidikan yang setara. Berbicara kemampuan fisik perempuan berbeda jauh dari laki – laki. Tuhan memang sengaja memberi pembeda, agar perempuan dan laki – laki saling melengkapi dalam beberapa hal.


Mungkin dalam hal fisik, perempuan lemah. Tapi ada satu lagi yang diberikan oleh tuhan pada perempuan yang sama dengan laki – laki. Satu itu adalah otak yang harus diasah.


Contoh Malala, penggerak hak perempuan di Pakistan. Dia yang paling lantang menyuarakan hak – hak anak perempuan untuk pergi ke sekolah.


Maka hanya ini, yang bisa ku persembahkan di hari perempuan internasional. Semoga tidak melupakan esensi sebagai manusia. Karena perempuan juga manusia. Terima kasih.



Maap lama enggak update, ahahah 

0 komentar