Apakah pertemuan begitu menyakitkan.


Bagaimana pertemuan menghampiri dengan bahagia, dan kemudian dirampas begitu saja untuk berpisah. Apakah pertemuan semenyakitkan itu?


Apakah takdir tak pernah berpihak padaku? Atau aku saja yang terlalu bodoh tidak mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Tidak memetik pelajaran dari pengalaman yang sudah pernah singgah, menyayat hati?


Kembali kepada kesengajaan beberapa hal yang memang diciptakn, bahwa setiap hal memiliki 2 sisi. Ada siang dan malam. Ada perempuan dan laki - laki. Ada yin dan yang. Maka ada pertemuan dan perpisahan.


Kalau sudah tau, apa yang dipermasalahkan? Terkadang kita terlena pada rasa bahagia dan nyaman itu, atau terlena dengn sebuah habit, hingga kita melupakan 1 konsekuensi setelah menikmati suatu fase. Seperti satu fase perjuangan yang akan menemukan fase kebahagiaan. Begitu juga fase kebahagiaan yang akan menemuka fase titik terendah sebuah rasa yang sulit dideskripsikan.


Memang sulit, Bagaimana harus terpaksa kembali membiasakan diri kepada sesuatu hal baru. Atau kembali kepada rutinitas yang tidak pasti setelah mendapatkan kenyamanan hidup. Tapi inilah hidup. Harus terus berjalan bukan?


Tentu saja, karena kita tak bisa menghindar bukan? Karena sifat takdir adalah mengejar, meski kamu berjuang mati - matian untuk menghindar.


Pertemuan dengan orang baru, dan mendapatkan kesempatan untuk berbagi beberapa hal,  menurutku seperti sebuah anugrah, aku bersyukur masih dapat merasakan. Apalagi sempat memiliki ribuan topik untuk dibicarakan, dan terasa sejalan dengan pikiran, atau kesamaan karakter dan kesukaan. Tentu saja sangat menyenangkan. Pertemuan 2 minggu itu terlalu sebentar untuk yang sudah satu frekuensi, dan akan terasa lama jika mendekat saja terasa sulit. Bukan karena tertutup, mungkin lebh tepatnya perbedaan pikiran, karakter, hingga kehabisan topik yang ingin dibagikan.


Terim kasih kawan! Yang sudah sempat singgah, untuk berbagi dan tertawa bersama. Yang masih belum sempat mengabadikan moment bersama atau yang sudah mempunyai kenangan bersama. Untuk kawan yang belum sempat mengabadikan moment bersama, jangan khawatir, kebersamaan kita masih tetap berusaha kuingat. Karena dikala itu kita sama - sama sibuk dengan alasan dan tujuan pertama hadir di tempat ini.


Ingatkan. Bagaimana ketika gathering, kita sempat tertawa dan berkonspirasi bersama untuk membawa semua permen yang ada untuk kursus esok hari. Dan berkonspirasi menghabiskan setiap jajan di piring teman lain. Bercerita tentang anime kesukaan. Hingga semua teman dan pendamping menertawakan.


Dan kawan, terima kasih sudah datang. Yang terkadang menemani ketika bosan di ruang tengah. Tertawa, dan sharing bersama.


Dan kawan yang belum bisa berbagi selama sebulan lamanya. Mungkin dari kita hanya ditakdirkan hadir bersama dengan landasan keinginan atau keperluan yang sama. Aku tau, dan tak akan berpikir bahwa kita berteman karena hanya saling membutuhkan, dan jika tidak butuh, akan dilupakan, layaknya egoisme. Namun, mungkin takdir telah berkata lain. 

Teman…


Memang perpisahan selalu menyakitkan. Namun, ikhlaskan. Biar semua yang terasa berat tidak terlalu menyakitan. Semua memiliki kehidupan masing - masing yang harus dilanjutkan. Bukan berarti kalian tidak penting, namun jalan masih terasa panjang dan harus tetap berjalan. Jangan terlalu suka dalam kenyamanan dan kebahagiaan, karena derajat manusia meningkat karena kegelisahan dan ketidak nyamanan dalam sebuah permasalahan.


Sekali lagi terima kasih kawan. Jangan jadi pelupa pada kita, karena kita adalah keluarga baru. Perpisahan kali ini, jangan dibuat beban. Saatnya kembali pada relita. Kejarlah apa yang kamu inginkan. Mungkin saja semesta akan kembali membuat rencana tak terduga untuk mempertemukan kita dalam kesempatan berikutnya.
 9 Februari - 7 Maret 2020, Pare, Kediri.


9 Maret 2020, Malang


Aku dedikasikan rasa ini yang terkonversi menjadi aksara untuk kawan saya. Agar sewaktu - waktu bisa membangkitkan sebuah kenangan. Karena jangan memberi harapan besar pada ingatan untuk mengingat. Karena sewaktu - waktu ingatan akan pudar ketika terlalu banyak masalah yang menimbun.

0 komentar