Kaktus yang tak mengharapkan turun hujan, namun senang dengan guyuran airnya
Dia yang tak pernah kusebut namanya dalam do’a. Seseorang yang mengajari banyak hal dalam rentan waktu yang tak panjang. Dia seorang guru dengan hanya modal pengalaman. Karena kiprahnya sudah kemana – mana, ia jadi tau banyak hal. Terkadang pemikirannya benar dan kadang juga sok benar.
Dia yang tak tampan, tapi setiap kalimat yang keluar dari mulutnya selalu mengesankan. Bukan karena gombalan, tapi karena nasihat dan ilmu-nya yang tak bisa diragukan.
Aku pernah menyukai dia. Dia yang pernah dalam satu konstelasi yg sama, tanpa hati ikut serta mengambil peran di dalamnya.
Untuk pertama kalinya setlah sekian lama jantung kembali digetarkan dengan gaya bicara yg mengesankan. Saat semesta kembali tersenyum, rasa itu bermetamorfosis tak tertahankan.
Bagaimana ingatan tiba - tiba menghampiri dikala pertemuan pertama yang tak pernah dipedulikan. Dalam jenjang waktu dia pernah sekedar menyapa. Dan mirisnya, aku hanya mengganggaruk tanpa ada rasa peduli untuk sekedar mengetahui namanya. Iya aku pelupa dan merasa 'bodo amat' utk sekedar mengetahui nama orang yang tak aku butuhkan. Iya aku memang egois. Tapi beribu kucoba pun, aku tak pernah bisa cepat mengenal nama seseorang dengan begitu cepat.
Kemudian, semesta kembali mempertemukan dalam konstalasi selanjutnya.
Dan aku sadar saat itu, lagi - lagi semesta tersenyum, ketika rasa itu datang diikuti angin besar. Angin besar yang terabaikan dengan rasa yang berkembang tak tertahan.
Meski aku tau skrng bersanding dengan orang yg sudah memiliki, namun rasa itu terlalu kuat, melunturkan setiap usaha untuk menghapus rasa.
Segala kemungkinan bersarang, bahkan pikiran terbodoh pun membayang karena hanya dengan sekecil perhatian.
Seolah dia telah menjadi milikku, karena banyak perhatian tertumpah pada diri ini. Bahkan persepsi orang, membenarkan rasa ini tumbuh hanya dengan melihat relita kejadian. Apala diri ini yang merasakan bagaimana terguyur ribuan kata dan perhatian yang tiada henti. Seolah tanaman kaktus yang tak mengharapkan turun hujan, namun senang terguyur airnya.
0 komentar